Pesan Produk Sekarang

Dasar Wireless LAN

Dasar Wireless LAN

Pada dasarnya prinsip kerja pada jaringan Wireless LAN sama saja dengan jaringan yang menggunakan ethernet card atau jaringan kabel, perbedaan yang utama adalah pada media transmisinya, yaitu melalui udara. Sedangkan pada jaringan ethernet card menggunakan media transmisi melalui kabel.

Sebuah LAN (Lokal Area Network) atau jaringan local yang media transmisinya melalui udara biasanya frekwensi bebas lisensi yaitu pada band 2,4 GHz dan 5 GHz. Wireless Access Point (base station) mentransmisikan frekwensi radio ke area sekitarnya sesuai dengan kekuatan daya pemancar yang dimiliki oleh access point. Access Point (AP) pada wireless lan memiliki fungsi yang mirip seperti HUB. Tanpa menggunakan access point, komputer yang mempunyai wireless adapter hanya dapat berkomunikasi lewat point to point. Di mana pada jaringan yang menggunakan kabel, tipe point to point ini miripi dengan system jaringan kabel tanpa hub, yang biasa disebut dengan istilah Cross Link, atau kalau biasa membeli kabel di took peralatan jaringan, biasanya kita sebut dengan kabel cross.

Access point mengeluarkan sinyal (code) SSID (Service Set Identifier) yaitu nama sinyal radio yang diberikan pada jaringan tanpa kabel (wireless network) dan pada semua komputer yang akan terhubung dengan access point tersebut harus di konfigurasi dengan menggunakan SSID yang di keluarkan access point tersebut, agar semua komputer dapat berkomunikasi dengan WLAN yang sama. Biasanya setting standar SSID dari pabrik menggunakan nama default. Nama SSID dapa diganti dengan mengubah konfigurasi pada Access Point.



Sebelum anda memulai

Setidaknya minimal anda mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
• Desktop komputer dengan ketersediaan satu 32-bit PCI slot yang masih kosong untuk memasang wireless adapter
• Biasanya perangkat wireless yang akan diinstal pada komputer membutuhkan minimal sekelas Pentium II 300 MHz dan system memori 32 MB
• Satu buah Access Point (untuk Infrastruktur mode) atau sebuah wireless adapter lainnya untuk pengoperasian pada mode Ad-Hoc atau Peer-to-Peer

Contoh beberapa perangkat wireless yang biasa digunakan :

* WLAN

WLAN PCI adapter di pasang pada komputer desktop yang menggunakan slot PCI. Selain tipe ini kita juga mempunyai beberapa alternative adapter yang dapat digunakan jika anda tidak ingin membongkar casing tetapi tetap ingin menggunakan koneksi jaringan tanpa kabel, yaitu menggunakan USB WLAN adapter.
* USB WLAN

Bagi user yang ingin terkoneksi pada jaringan wireless tetapi user tersebut menggunakan laptop atau notebook, juga bias menggunakan USB WLAN adapter ini. Sehingga notebook tetap dapat terhubung dengan jaringan tanpa dipengaruhi oleh posisi, sepanjang mesih dalam jangkauan Access Point (untuk mode infrastruktur) ataupun user lain bila beroperasi pada mode ad-hoc atau peer-to-peer. Keuntungan menggunakan adapter USB adalah memudahakan user untuk berbagai pakai adapter, sehingga dapat digunakan bergantian pada komputer yang berbeda.
Sementara untuk notebook sendiri juga tersedia adapter wireless LAN yang menggunakan slot PCMCIA. Pada kebanyakan notebook model terbaru bahkan adapter wireless-nya sudah terintegrasi di dalam chipset, yang sering kita dengar dengan istilah Centrino. Jadi pada notebook yang menggunakan teknologi Centrino tidak perlu menggunakan adapter tambahan lagi untuk berkomunikasi pada jaringan wireless.


* Access Point (AP)

Dengan menggunakan Access Point dapat menghubungkan antara jaringan yang menggunakan kabel dan jaringan yang menggunakan perangkat wireless atau tanpa kabel.
Pada Access Point juga ada yang menyertakan dengan fitur Router, sehingga klien (Client) dapat berbagi pakai akses internet tanpa perlu server dengan menggunakan satu line saja. Biasanya router pada Access Point memerlukan koneksi DSL/Cable untuk bias berbagi pakai akses internet.


* Router

Router merupakan salah satu perangkat pendukung utama yang digunakan dalam Wide Area Network (WAN). Fungsinya untuk meneruskan atau meminta Informasi (paket data) ke alamat IP (Internet Protocol) yang berjauhan dan berada di network yang berlainan. Hal ini (fungsi router) tidak dapat dilakukan oleh hub, bridge ataupun switch. Pada router proses seleksi atau pe-route-an dilakukan pada network layer dari arsitektur jaringan komputer. Artinya proses seleksi bukan pada ethernet address tapi pada lapisan yang lebih tinggi seperti Internet Protocol Address (IP Address).



* Switch

Switch adalah sejenis bridge yang juga bekerja pada lapisan data link tetapi memiliki keunggulan karena memiliki sejumlah port yang masing-masing memiliki domain collision sendiri-sendiri. Switch menciptakan virtual private network (VPN) dari port pengirim dan port penerima. Jadi, pada saat 2 host (komputer) sedang berkomunikasi pada port switch tersebut, maka tidak akan mengganggu segmen lain yang sedang aktif juga. Dan jika satu port sedang sibuk, port-port lain tetap dapat berfungsi. Dengan switch memungkinkan transmisi full-duplex untuk hubungan antar port. Pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan bersamaan menggunakan VPN. Persyaratan untuk mengadakan hubungan full-duplex adalah hanya satu host (komputer) yang dapat dihubungkan ke satu port dari switch (satu segmen per node). Komputer tersebut harus memiliki NIC yang mendukung (support) full-duplex, serta collision detection dan loopback harus disable (dimatikan).
Standar yang digunakan pada perangkat wireless yang di pakai IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah 802.11. Untuk lebih melengkapi akan di jelaskan beberapa protocol pada wireless lan sebagai berikut :

802.11b

Pertama digunakan sekitar akhir tahun 1999 dengan menggunakan frekwensi 2,4 GHz, maksimum bandwitch yang dapat di capai adalah 11 Mbps (Mega bit per second), radio sinyal yang di gunakan adalah DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum). Kenal yang tidak overlapping ada 3.( yaitu kanal 1, kanal 6, dank anal 11). Kompatibel dengan tipe g jika tipe g dijalankan pada mode mixed.

802.11a

Digunakan pada akhir tahun 2001 dengan menggunakan frekuensi 5,8 GHz, maksimum banwitch yang bisa di capai 54 Mbps, radio sinyal yang digunakan adalah OFDM. Kanal yang tidak overlapping 12 (bisa lebih). Tidak kompatibel dengan tipe b dan tipe g. Betul! Yaitu frekuensi kerjanya yang berbeda. Kurang popular digunakan karena tidak kompatibel dengan tipe a ataupun g, meskipun memiliki kelebihan kanal yang tidak overlap.

802.11g

Digunakan pada pertengahan tahun 2003 dengan menggunakan frekuensi 2,4 GHz, maksimum banwitch yang bisa di capai pada awal pertama kali keluar sebesar 54 Mbps, dengan berkembangnya teknologi, sekarang ini tipe g sudah bisa mencapai 108 Mbps. Radio sinyal yang digunakan adalah OFDM. Kanal yang tidak overlapping 3. Kompatibel dengan tipe b namun kinerja ataupun kecepatan transfernya akan turun mengikuti kecepatan pada tipe b yaitu 11 Mbps.

802.11a/g

Digunakan mulai pertengahan tahun 2003 dengan menggunakan frekuensi 2,4 GHz , maksimum bandwitch yang bisa di capai 54 Mbps, modulasi sinyal yang di gunakan OFDM. Kanal yang tidak overlapping 16. Bila jalan pada tipe a tidak kompatibel dengan tipe b dan g. Bila jalan pada modus g kompatibel dengan tipe b. Berarti pada tipe a/g ini kita di beri keleluasaan untuk menggunakan salah satu dari protocol yang dapat digunakan pada jaringan WiFi ini.

Ada dua tipe modulasi sinyal radio yang di gunakan pada jaringan WiFi, yaitu menggunakan teknologi sinyal radio tipe Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) dan yang menggunakan teknologi Orthonogal frequency division multiplexing (OFDM). Masing-masing metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa sih DSSS dan OFDM ?
DSSS adalah suatu teknologi transmisi yang digunakan dalam LAWN (Local Area Wireless Network). Dimana arus informasi yang akan dipancarkan dibagi menjadi potongan kecil, dan masing-masing potongan data tersebut dialokasikan pada spectrum kanal frekuensi. Ketika dipancarkan, data dikombinasikan dengan urutan bit data-rate yang lebih tinggi (juga di kenal sebagai kode yang di potong-potong atau chipping code) yang membagi sesuai dengan rasio penyebaran. Pemancar dan penerima harus disamakan kode penyebarannya. Dua hubungan komunikasi dengan dua kode penyebaran yang berbeda dapat menggunakan frekuensi yang sama dengan gangguan (interferensi) yang minimal satu sama lain. Jadi, berbagai akses pada saluran (channel) berjalan melalui kode penyebaran (spreading code) yang berbeda. Kode yang di potong-potong (chipping code) dapat membantu menahan gangguan atau interferensi dan juga memungkinkan data yang asli (original) untuk diperbaiki jika bit data rusak selama transmisi atau pengiriman data.
OFDM adalah sebuah metode modulasi digital dimana sinyal di pecah menjadi beberapa kanal sempit pada frekuensi yang berbeda. Teknologi ini meminimalkan interferensi diantara kanal-kanal frekuensi yang berdekatan.


* Pengenalan TCP/IP (Protocol)

Seperti halnya manusia berkomunikasi, dua komputer atau lebih untuk dapat berkomunikasi pun harus dapat mengerti bahasa yang digunakan dan tahu prosedur atau tata cara berbicara yang benar. Prosedur bagaimana dua buah atau lebih system komputer dapat berkomunikasi disebut Protocol. Protocol juga dapat diartikan sebagai prosedur aliran informasi di dalam jaringan.
Pada mulanya, pembuat komputer menggunakan protocol sendiri-sendiri. Yang mengakibatkan pemakai kesulitan dalam menggunakannya, karena pemakai menjadi tergantung kapada satu jenis komputer. Dari kejadian ini, maka timbullah usaha dari berbagai pihak untuk membuat protocol standar, seperti model-model refernsi DoD (Department of Defense) dan model klasik OSI (Open System Intercinnection) yang mempunyai 7 lapisan (layer) dan merupakan referensi yang sangat lengkap dan sempurna serta mencakup banyak hal tentang networking. Bila anda ingin mengetahui lebih jauh dan detail mengenai jaringan, silakan baca buku-buku tentang networking dan TCP/IP. Protocol OSI di buat oleh ISO (International Standards Organization) dan bentuknya di bagi menjadi 7 lapis (layer). Dengan adanya lapisan maka standarisasi menjadi mudah dilaksanakan. Sedikit akan saya bahas mengenai lapisan pada OSI.


1. Physical

Adalah lapis yang paling dekat berhubungan dengan hardware (card adapter) yang mengatur hubungan fisik dan transmisi bit antar peralatan.


2. Data Link


Menjamin transmisi data agar tidak terdapat kesalahan. Selain itu Data Link bertugas memproses pesan konfirmasi dari komputer penerima (receiver).


3. Network


Network bertugas menerima pesan dari lapisan di atasnya dan mengirim ke tujuan melalui lapisan data link dan physical. Pada komputer penerima, lapisan ini bertugas menyusun kembali paket data ke dalam bentuk aslinya. Media fisiknya dapat berupa kabel, Serat Optik, Gelombang Radio (Wireless).


4. Transport


Protocol ini bertanggung jawab untuk menbuat atau memutus komunikasi (hubungan) antar komputer.

5. Session


Mengatur komunikasi dengan pemakai.

6. Presentation


Menyusun format data yang akan di kirim.

7. Application

sumber:boby-networking.blogspot.com

Koleksi Produk Lainnya :

+ comments + 1 comments

January 21, 2014 at 1:06 PM


makasih infonya sangat bermanfaat

Post a Comment

 
Copyright © 2014